Sejarah Indah Menyeberang Laut Di Pelabuhan Kamal, Madura

Diposting pada

penyeberangan ujung kamal nasibmu kini m

Jika kamu mendengar daerah Madura mungkin yang terlintas di pikiranmu adalah jembatan Suramadu. Ya, jembatan ini merupakan ikon dari Madura karena menghubungkan pulau Jawa yaitu Surabaya lebih tepatnya dengan Madura, oleh karena itu bernama Suramadu. Di balik itu terdapat pelabuhan yang mulai redup aktivitasnya yaitu Pelabuhan Kamal.

Sekilas Informasi dan Tempat atau Lokasi Pelabuhan yang Berada di Madura

Lokasi pelabuhan ini lebih tepatnya berada di Kecamatan Kamal, Bangkalan, Madura. Seperti yang diketahui tadi pelabuhan inilah yang mengubungkan pulau Madura dengan pulau Jawa sebelum adanya jembatan Suramadu. Pelabuhan ini dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry yang menyediakan kapal Ferry untuk berlayar ke Surabaya dengan waktu tempuh kira-kira 30 menit.

Meski mungkin tidak sepopuler pelabuhan-pelabuhan besar lainnya, oleh karena itu kapal yang ada di pelabuhan ini merupakan kapal-kapal kecil. Namun aktivitas di pelabuhan ini sangatlah ramai sebelum tahun 2008 sebelum jembatan Suramadu mulai beroperasi. Mungkin pelabuhan ini tinggal sejarah karena sudah tidak seramai dahulu, namun penting sekali bagi kamu untuk mengetahui kapal apa saja yang dulu beroperasi di pelabuhan ini.

Kapal-kapal yang ada di pelabuhan ini memiliki nama-nama yang cukup unik diantaranya

·         KMP Jokotele

Kapal jenis ini dimiliki Pelabuhan Kamal sebanyak 13 buah dengan waktu tempuh untuk menyeberang Surabaya biasanya mencapai 50 menit.

·         KMP Trunojoyo

Kapal jenis ini masih banyak beroperasi di pelabuhan ini dan dilengkapi dengan protokol kesehatan yang mendukung keamanan penumpang di masa pandemi ini.

BACA JUGA  Destinasi Wisata Bukit Kampung Toron Semalem

·         KMP Potre Koneng

Meski disebut kapal kecil namun kapal jenis ini dapat mengangkut sekitar 130an penumpang.

·         KMP Selat Madura 1 dan 2

Memiliki bentuk kapal yang unik, kapal jenis ini memiliki batas maksimal dapat mengangkut sekitar 30an penumpang

Bukan tanpa alasan nama yang dimiliki kapal-kapal ini, nama ini diambil dari nama tokoh terkemuka yang berasal dari Madura. Meski sudah tidak seramai dahulu namun pelabuhan ini masih beroperasi dengan menurunkan tarif dan jumlah penumpang.

Apalagi banyak yang masih memanfaatkan pelabuhan kamal ini untuk menyeberang jika jembatan Suramadu sedang diterpa kemacetan total. Tidak hanya pengelola pelabuhan saja yang mengalami kerugian karena sepinya pelabuhan ini, terdapat berbagai pihak juga yang mengalami kerugian. Adanya jembatan Suramadu memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Adanya jembatan ini akan membuat masyarakat sekitar lebih mudah untuk melakukan penyeberangan tanpa harus menunggu antrian untuk menyeberang dengan menggunakan kapal. Selain itu biayanya juga lebih murah apalagi saat ini tol untuk penyeberangan ini sudah digratiskan. Namun kekurangannya, karena sudah terbiasa melakukan penyeberangan dengan kapal, transportasi laut ini menjadi berkurang aktivitasnya dan merugikan berbagai pihak seperti:

·         Pedagang kaki lima

Saat sedang ramainya pelabuhan ini tentunya dimanfaatkan pada pedagang untuk berjualan di sekitar pelabuhan. Namun dengan menurunnya aktivitas di pelabuhan ini banyak sekali pedagang yang menutup kiosnya dan berpindah ke tempat lain hingga ada yang mengalami kerugian.

·         Supir angkot dan tukang becak

Tidak hanya pedagang, para supir angkot dan tukang becak yang mengantar para penumpang dari atau ke pelabuhan juga sudah sepi sekali. Sudah tidak banyak yang menggunakan transportasi ini.

Nah bagi kamu yang ingin mencoba menyeberang pulau menggunakan kapal kamu dapat menggunakan Pelabuhan Kamal untuk sekali-sekali merasakan sensasi menyeberang di pelabuhan.

BACA JUGA  Inilah Wisata Bahari Surabaya Yang Populer Dan Memiliki Panorama Indah