Obyek Wisata Religi: Masjid Asy Syuhada

Diposting pada

Pamekasan mempunyai banyak potensi wisata religi yang patut untuk Anda kunjungi. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi jika pulau ini sangat kental sekali dengan nuansa agamis. Sehingga salah satu objek wisata religi yang bisa Anda kunjungi adalah Masjid Asy Syuhada.

Masjid Asy Syuhada

Dari empat Kabupaten yang ada di Pulau Madura, Anda akan menemukan banyak masjid-masjid dan menjadi pusat perhatian adalah Masjid Jami’ atau Masjid Asy Syuhada. Tiga masjid lain yang bisa Anda kunjungi di Madura yakni Masjid Agung Bangkalan, Masjid Agung Sampang dan Masjid Agung Sumenep.

Masjid yang lebih akrab disebut dengan Masjid jami’ ini menjadi objek wisata religi yang harus Anda kunjungi saat berwisata di Kabupaten terbesar di Madura. Masjid Agung Asy-syuhada Pamekasan ini berlokasi di Jalan Mesigit Nomor 23, Pamekasan, Madura tepat di depan Monumen Arek Lancor Pamekasan.

Merupakan Masjid terbesar dan termegah yang ada di Kabupaten Pamekasan. Dulunya Masjid Agung ini disebut dengan sebutan Maseghit Rato pada abad ke 16, namun di tanggal 25 Agustus 1940 masjid ini diresmikan dengan nama Masjid Agung Asy-Syuhada.

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Asy Syuhada

Tragedi Di Lebaran Ketupat.

Di masa kini, saat lebaran ketupat selalu identik dengan kebahagiaan menikmati ketupat. Namun tidak bagi masyarakat kota Pamekasan pada tahun 1947.

Tepat pada tanggal 9 Agustus 1947, seminggu setelah hari raya Idul fitri, tentara NICA Belanda mendarat di pantai selatan Pamekasan. Mereka lalu bergerak kearah kota Pamekasan.

Kota Pamekasan masih bisa dipertahankan, meskipun hanya dalam waktu setengah hari. Bantuan pasukan NICA terus berdatangan. Pertempuran hebat terjadi tepat di halaman Masjid Agung Pamekasaan. Karena masjid itulah yang juga menjadi icon Pamekasan saat itu. Sebagai pusat kegiatan beribadah.

BACA JUGA  Kejar Sektor Pariwisata, Madura Tampilkan Bukit Brukoh

Kota Pamekasan dibumi dihanguskan. Para pejuang mundur ke pegunungan di Pegantenan di wilayah perbukitan di utara kota Pamekasan.

Lebih dari 90 mayat bergelimpangan di halaman masjid agung, menyebabkan halaman masjid menjadi lautan jenazah Syuhada’. Tentara NICA Belanda menguburkan para jenazah dlm satu Liang lahat di halaman masjid yang terlebih dahulu mayat tersebut dibakar oleh tentara NICA.

Kemudian tepat seminggu setelah hari raya Idul fitri, Kota Pamekasan menjadi lautan jenazah para Syuhada. Masjid itu pun kemudian diberi nama Masjid Agung Asy Syuhada.

Bagi Anda yang ingin mengunjungi Masjid ini maka kami menyarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi saja. Namun, untuk Anda yang menggunakan kendaraan pribadi maka bisa mengikuti arah yang menuju ke tengah kota Pamekasan, maka Anda pasti akan melewati lokasi masjid agung di Pamekasan ini. Jika Anda menggunakan kendaraan umum seperti angkot, maka Anda bisa naik angkot dengan jurusan pasar, karena angkot akan melewati lokasi masjid ini. Lebih menyenangkan lagi jika Anda mencoba naik dokar (delman) untuk pergi ke lokasi Masjid.

Selain itu, jumlah dokar di sana lebih banyak daripada jumlah angkot, naik dokar sambil berkeliling kota bisa menjadi alternatif liburan tersendiri bagi para wisatawan. Karena Anda pun bisa melihat-lihat segala aktivitas di tengah kota dengan tenang, walaupuan memang harganya sedikit lebih mahal jika dibandingkan dengan harga naik angkot.

Demikian informasi mengenai Masjid Asy Syuhada  yang ada di Kota Pamekasan. Jadi jika Anda berkunjung ke Kota Pamekasan, sebaiknya Anda bisa meluangkan waktu untuk mampir ke Masjid ini ya.

BACA JUGA  Keindahan Alam Ala Pantai The Legend Pamekasan