Inilah Sejarah Monumen Kapal Selam Surabaya

Diposting pada

Dikenal sebagai kota wisata Surabaya memiliki spot wisata andalan. Monumen kapal selam yang pernah digunakan oleh angkatan Laut Indonesia.

Sebuah monumen yang cukup bersejarah bagi warga Surabaya. Di mana semua kapal selam yang ada di monumen tersebut pernah tercatat dalam berbagai macam operasi.

Salah satu operasi tersebut adalah operasi Trikora, yang bertujuan untuk mempertahankan irian Barat untuk menjadi bagian dari negara Indonesia. Yuk, segera simak informasi selengkapnya, yaitu:

Sejarah Monkasel

C4327647 A9BE 489D 80DD ABA373C7354F scaled

Monkasel kepanjangan dari monumen kapal selam yang terletak di daerah jalan pemuda nomor 39 Jawa Timur Surabaya. Menurut dinas pariwisata ini merupakan buatan dari kapal selam KRI pasopati 410.

Sejak menjadi monumen para pengunjung dapat mengetahui seluk beluk kapal serta dapat menyaksikan film mengenai peperangan laut Aru. Monumen ini sekarang telah menjadi sebuah spot wisata edukasi yang menarik bagi para pelajar.

Seluk Beluk KRI Pasopati 410

AFB3BD4C 6773 4D0B B6A6 944F36EB0933

Monumen kapal selam ini merupakan museum yang berisi KRI pasopati yang memiliki nomor lambung 410. Sebuah kapal selam dengan jenis whiskey class buatan dari orang Rusia bernama vladi wostok.

Dalam sepak terjangnya KRI pasopati telah mempunyai pengaruh besar dalam hukum laut dan kedaulatan rakyat. Salah satu contohnya adalah ikut terlibat operasi Trikora sebagai garda terdepan. Di mana semua sejarah kapal selam ini tertuang di buku dengan judul cuplikan sejarah perjuangan TNI angkatan darat.

Nonaktifkan Kapal Selam KRI Pasopati 410

Pada tanggal 26 Januari 1990 Kapal selam KRI pasopati 410 telah nonaktifkan. Hal itu terjadi semenjak perundingan antara Indonesia dan Belanda tidak mencapai mufakat. Saat itulah kapal tersebut diubah oleh pemerintah Indonesia menjadi monumen Kapal selam.

BACA JUGA  Kuliner Malam di Surabaya yang Menggoda Selera

Sebab pemerintah telah mencapai mufakat dengan kedua belah pihak untuk menempuh menggunakan jalur militer. Dengan demikian, kapal selam tidak digunakan, namun demi mengenang KRI pasopati 410 dalam perjuangannya melawan Belanda dalam pembebasan irian Barat.

Monkasel Mulai Rilis

Peletakan batu pertama dimulai di tanggal 1 juli 1995 oleh gubernur Jawa Timur, yaitu Basofi Sudirman. Di mana pembuatan tersebut telah diresmikan juga bersama seorang panglima komando Armada Republik Indonesia yaitu Laksamana muda TNI Gofar Suwarno. Untuk pembukaan dari monumen Kapal selam ini diumumkan pada tanggal 15 Juli 1998.

Peresmian Monumen Kapal Selam

Peresmian ini dilakukan oleh salah satu anggota TNI AU, yaitu seorang kepala staf bernama Arif Koesharyadi. Sebab nanti akan dikelola dan berada dibawah naungan dari pusat koperasi angkatan Laut.

Lalu pada tanggal 27 juni 1998 monumen tersebut telah diresmikan. Di mana pembangunan tersebut, yaitu memotong kapal tersebut menjadi 16 bagian.

Di PT PAL Indonesia kapal pasopati tersebut telah disatukan kembali dan utuh dalam bentuk KRI pasopati. Jenis inilah yang nantinya akan menjadi koleksi monumen kapal selam Surabaya, seperti akan menampilkan peralatan dan mesin kapal selam.

Dokumen Dari Kapal Pasopati

Bagian utama dari kapal selam KRI pasopati 410 inilah yang menjadi bagian utama adanya sebuah monumen. Bahkan telah terdata pada digital library institute Teknologi 10 November. Untuk panjang kapal yaitu 76,6 m.

Fasilitas Kapal

B8677576 C3F1 4577 A3F0 5EA35A2038EF

Monumen Kapal Selam ini juga terdapat tempat untuk menonton film dokumenter seperti wisata air Kalimas dan live musik. Selain itu pula di monumen ini telah dilengkapi penjualan souvenir parkir dan tempat untuk makan.

Monumen ini termasuk ke dalam taman swarga puspitaloka. Di mana terdapat berbagai jenis makhluk ciptaan Tuhan yang tertata dengan rapi yaitu berbagai pohon yang sangat rindang.

BACA JUGA  5 Restoran Chinese Food di Surabaya dengan Varian Menu Spesial

Demikianlah informasi mengenai monumen Kapal Selam yang berada di Surabaya. Monumen edukasi yang sangat berguna bagi para pelajar.