5 Wisata Sejarah Surabaya Dengan Keindahan Arsitektur Kolonial

Diposting pada

Wisata sejarah Surabaya menjadi salah satu kegiatan paling direkomendasikan saat Anda berlibur kesana. Surabaya juga merupakan kota terbesar kedua se-Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat.

8119BD2D 54D7 4AFA 8B98 EC004F6C5370

Surabaya memiliki banyak tempat wisata menarik yang patut dikunjungi selain sebagai pusat bisnis dan ekonomi nasional. Terutama jika Anda menyukai sejarah dan arsitektur kolonial pasti akan sangat mengesankan.

Sejarah Singkat Kota Surabaya

Sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Surabaya tentunya memiliki keunikan tersendiri. Kota ini juga memiliki sejarah panjang yang dimulai dari masa prasejarah hingga masa kini khususnya pada masa kolonial.

Pada abad ke-17, daerah Surabaya dikuasai oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) atau Perusahaan Hindia Timur Belanda. Surabaya saat itu dijadikan sebagai pusat perdagangan di wilayah Jawa Timur.

05E0B06F 59F0 44DE A5B4 D028470AC812

Kota ini dijadikan sebagai pusat militer Jepang di wilayah Indonesia dengan berbagai peninggalan sebagai wisata sejarah Surabaya saat ini. Pada tanggal 10 November 1945, Surabaya juga menjadi saksi dari pertempuran besar Indonesia melawan Inggris.

Pertempuran tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dan melahirkan julukan Kota Pahlawan bagi Surabaya. Setelah Indonesia merdeka, Surabaya menjadi kota besar dan berkembang pesat.

Hingga saat ini, Surabaya terus berkembang dan menjadi salah satu kota terbesar dan paling penting di Indonesia. Kota ini juga memiliki sejarah yang kaya dan banyak tempat wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

Wisata Sejarah Surabaya Terpopuler Paling Unik

Surabaya memiliki sejarah masa lalu yang panjang dan masih terjaga dengan baik. Berikut adalah 5 wisata sejarah Surabaya dengan keindahan arsitektur kolonial yang bisa Anda kunjungi saat berlibur bersama keluarga dan sahabat.

BACA JUGA  Warung Kongde Mbak May

Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan sebagai wisata sejarah Surabaya adalah monumen penghormatan pada Pertempuran 10 November 1945. Monumen ini terletak di tengah kota Surabaya dan memiliki arsitektur bergaya kolonial Belanda.

0F03C74A ED8D 49F8 96F9 372C306A7944

Museum Mpu Tantular

Museum Mpu Tantular terletak di jalan Pahlawan, Surabaya. Museum ini menyimpan koleksi benda-benda sejarah, arkeologi, dan etnografi dari masa prasejarah hingga zaman kolonial.

Bangunan museum ini merupakan contoh arsitektur kolonial Belanda yang masih terjaga dengan baik. Terdapat berbagai macam benda sejarah yang bisa dilihat yang menjadi daya tarik tersendiri.

Gedung De Javasche Bank

Gedung De Javasche Bank merupakan gedung bersejarah yang dulunya merupakan kantor pusat bank milik Belanda di Jawa Timur. Gedung ini didirikan pada tahun 1913 dan memiliki arsitektur bergaya kolonial yang indah.

Hotel Majapahit

Hotel Majapahit sebagai wisata sejarah Surabaya merupakan hotel yang dibangun pada tahun 1910 oleh pengusaha Belanda bernama Lucas Martin Sarkies. Hotel ini menjadi tempat menginap para pejabat dan tokoh terkenal pada masa kolonial.

A129978C DA4C 4987 A153 61368B52BE84

Hotel Majapahit memiliki arsitektur bergaya kolonial yang indah dan masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Hal ini juga menjadi ciri khas dari wisata sejarah Surabaya tersebut jadi lebih unik dan menarik.

House of Sampoerna

Museum rokok yang klasik dan otentik, House of Sampoerna berada di Jl. Taman Sampoerna, Surabaya. Museum ini berada di dalam kompleks pabrik rokok tua yang berusia lebih dari 100 tahun.

Selain menyimpan koleksi benda-benda sejarah rokok, bangunan ini juga memiliki arsitektur bergaya kolonial Belanda yang menawan. Tempat ini juga masih terjaga dengan baik, sehingga Anda bisa melihat berbagai macam hal disana.

Itulah 5 wisata sejarah Surabaya dengan keindahan arsitektur kolonial yang wajib Anda kunjungi. Dengan mengunjungi tempat-tempat tersebut, Anda bisa lebih memahami sejarah dan budaya Surabaya yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini.

BACA JUGA  Nasi Campur Khas Bangkalan, Nasi Serpang